Pages

Jumat, 29 Agustus 2014

Sebuah surat cinta



Sayang…Apa kabarmu ? Hari ini, aku memulai kegiatanku seperti biasa, mengurus ayam, burung,memberi mereka makan dan juga membersihkan kandang. Ohya, tidak lupa juga mengurus kucing kesayangan anak kita.Kamu tidak perlu hawatir, untuk sarapan aku sudah membuat minuman sereal, cukup membuat perutku kenyang sepanjang pagi. 

Sayang…semakin hari aku melihat putri kita semakin dewasa. Aku terkejut melihat setiap perubahan dalam dirinya. Putri kecil yang dulu selalu bermanja” pada mu, padaku, saat ini sudah bisa mengurus dirinya sendiri dan juga aku.

Sayang…putri kita sering sekali pulang untuk menjengguk ku, dia tahu, rumah ini tak seramai dulu. Dia tau bahwa aku sll merindukannya dirumah ini. Aku bahagia dan selalu menunggu saat dia pulang. Aku tahu, dalam hati kecilnya dia ingin selalu dekat denganku.

Sayang…aku sering melihat fotomu dikamar putri kita. Aku merindukanmu…dan tentu saja, putri kita juga sangat merindukanmu.

Sayang…putri kita sedikit lebih cerewet sekarang. Dia mulai membatasi apa yg boleh dan tidak boleh kumakan. Dia juga kadang melarangku intuk melakukan ini/itu jika itu membuatku lelah. dia berusaha mengurusku sebaik kau mengurusku dulu. Memastikan aku selalu memakan makanan sehat, dan cukup istirahat. Aku kadang merasa lucu, dia melarangku untuk sering memakan mie instant, tapi dia sendiri sering kudapati memakannya saat pulang kerumah. Mungkin dia lapar, ah sayang…aku tak bisa memasak makanan seperti yang biasa kau masakkan untuknya.  

Sayang…akan tiba waktunya nanti, aku akan melepaskannya. Melepaskan putri kecil kita pada pria yang meminangnya. Aku takut…tapi aku juga bahagia.sayang…aku suka sekali menggoda putri kecil kita ketika dia berdandan didepanku. Aku tak percaya, putri kecil yang selalu kugendong” kini sudah tumbuh sebesar ini. Aku kadang masih suka menceritakan kisah” masa kecilnya dan dia akan tertawa. Aku suka sekali saat kami berkumpul bersama, dan bercerita banyak hal, tertawa bersama.

Sayang, kau tak perlu hawatir, adik”mu, keluargamu, ikut membantu aku mengurus putri kita. Kau tahu, walaupun sudah dewasa, terkadang dia akan bertingkah seperti anak”. Adik”mu, sereka seolah menjadi ibu kedua untuk putri kita. Menyayanginya, memperhatikannya, dan juga menjaganya, memastikan bahwa aku dan putri kita baik” saja.

Sayang…semoga disana kau bahagia, semoga Tuhan menempatkanmu dalam tempat terbaik. Aamiin…
Salam sayang dariku, suamimu…yang sangat mencintaimu…

0 komentar: