Pages

Selasa, 17 Juni 2014

Sampai bertemu lagi



Beberapa hari ini,  Jakarta kembali diguyur hujan, membuat hawa menjadi lebih sejuk…setiap pagi, aku setidaknya bisa kembali merasakan sejuknya udara yang sudah begitu lama aku rindukan.  Ya, udara pegunungan yang dulu begitu familiar aku hirup. jujur, aku masih merindukan semua itu. Sering, ku lihat kembali foto-foto pendakian bersama teman”ku dulu, rasanya hangat, dan pada yang sama aku pasti akan sll ingat mamah.

Ini sudah hampir 4 bulan mamah meninggalkan aku dan Bapak. Jangan ditanyakan seberapa besar aku merindukan mamah, aku rindu sekali. Dulu, setiap aku akan hiking bersama teman”ku, mamah orang yang paling cerewet menanyakan ini dan itu. Aku tahu, itu semua karena mamah sayang padaku, mamah perduli padaku, dan tidak ingin hal buruk menimpaku. Dan jangan kalian pikir mendapatkan izin dari beliau itu mudah, hihihi, aku harus merayu mamah jauh” hari sebelumnya, dan meyakinkan bahwa team ku akan sll saling menjaga dan melindungi.

Pendakian “besar” terakhirku sekitar bulan Juli tahun 2013, sudah lama sekali bukan ? hampir 1 tahun yang lalu. Walaupun bulan April kemarin aku sempat mengadakan fun hiking ke gunung Pulosari, itu pun aku tidak menginap, karena tidak mau meninggalkan Bapak sendirian dirumah terlalu lama. Ya, pendakian ke Pulosari yang lalu aku tik-tok, hmmm, maksudnya tik-tok adalah tidak menginap, mendaki menuju puncak, istrirahat, kemudian turun lagi. Dan pendakian itu aku niatkan sebagai obat kerinduanku yg sekian lama terpendam, dan juga sebagai bukti perlawananku menghadapi trauma…
Ya, trauma yg ditinggalkan setelah aku melakukan pendakian di gunung Gede hampir 1 tahun yang lalu, setelah selesai pendakian, beristirahat, aku sll langsung menyalakan hp ku, dan saat itu, hp ku langusng berdering, ya, itu tlp dari mamah. Mamah langsung menangis menanyakan keadaanku, menanyakan kenapa hp ku 2 hari ini tidak bisa dihubungi, sesaat kemudian Bapak memberitahu aku, bahwa selama aku mendaki, mamah tidak nyenyak tidur, tidak mau makan. Ya Allah, padahal, sebelum memulai pendakian pun aku sll mengabari mamah, sebegitu besarnya kekhawatiran mamah padaku. Saat itu aku pun menangis, masabodo dengan orang disekitarku yg melihatku menangis. Yang aku mau saat itu aku ingin cepat pulang dan bertemu dengan mamah. Tp yg bisa kulakukan hanya meyakinkan mamah dan bapak kalau aku baik-baik saja dan tidak kurang suatu apapun…dan itu sungguh meninggalkan bekas luka tersendiri dihatiku…

Walaupun saat ini, prioritas utama ku adalah Bapak dan keluarga, aku tak akan pernah lupa. Kepada alam, yg pernah mengajarkanku artinya persahabatan, kepada alam yg mengenalkanku pada saudara” baru yang kukenal di atas sana…kepada alam yg selalu saja berhasil menemukan celah untuk menempatkan rindu dihatiku…suatu saat nanti, kita pasti akan bertemu lagi…Insyaallah…



 

Tulisan ini diikut sertakan   "3rd Giveaway : Tanakita - Hobi dan Keluarga"










3 komentar:

myra anastasia mengatakan...

Terimakasih untuk partispasinya. Sudah memenuhi seluruh persyaratan. Tercatat

Christanty Putriarty mengatakan...

hihi,,sama deh mbaa, dulu aku juga sering ikutan kegiatan pecinta alam. Dan hiksss bikin orang tua di rumah kpikiran terus. Hikks sedihnya.
sukses utk GAnya ya...aku udah follow twitternya(@cputriarty)

Kerasnada mengatakan...

@ mba chris : hi mba, makasih kunjungannya, ia mba, yg paling berat pasti orang tua :) sip sip oke follow back juga...