Pages

Senin, 17 Maret 2014

(Ternyata) kamu tetap disini



Awalnya…
Percakapan kita hanya membicarakan hal yang biasa saja, kamu menanyakan bagaimana keadaanku…apa aku sudah jauh lebih baik hari ini ?
apa aku sudah makan atau belum ? Ini hal yang selalu kamu lakukan ketika kesehatanku sudah mulai menurun…sungguh sebenarnya aku tak ingin selalu membuatmu hawatir seperti ini…maaf…

Lalu, sesak itu kembali muncul dan sudah tak bisa kubendung lagi. Jauh diujung sana, kamu bertanya apa aku menangis ?
Aku diam, berusaha menahan air mata yang sesungguhnya tak bisa kubedung lagi, lalu tumpah dengan derasnya…
Diujung sana pula, aku dengar  kamu resah berusaha menenangkan aku…


Aku berkata kepadamu…
“ aku ga bisa hidup kaya gini…aku ga kuat, ini berat  “… ia, aku tahu, aku lemah…
Sepertinya disana kamu tak bisa dengan jelas mendengar suaraku yang bercampur tangis…lalu kamu kembali bertanya padaku…
“ kamu kenapa ? “
Akupun mengulangi perkataanku…
Kemudian, kamu memberikanku nasihat”…menguatkan aku…mengatakan hal” yang menenangkan hatiku…
Aku sungguh merasa rapuh…
Aku belum yakin apa aku bisa melewati semua ini…
Rasanya terlalu berat dan menyesakkan dadaku…

Kalau saja aku tidak berfikir panjang…rasanya aku tak ingin berlama” hidup seperti ini…tapi aku harus menyelesaikan perjalanan panjang ini…ada banyak mimpi” yang harus kuwujudkan…bukan saja mimpiku, tapi mimpi kedua orang tuaku…dan kamu…yang (Insyaallah) menjadi masa depanku…

Aku masih selalu mencari yang sudah tidak lagi bersamaku…diujung sana, aku tahu kamu saat ini ingin berada didekatku…bergitupun aku…
Hai kau yang namanya kusebut dalam doa…sebutpula lah namaku dalam setiap doa”mu…
Karna doa…bisa mendekatkan yang jauh…dan akan menyembuhkan yang luka…
Seperti kamu…yang selalu berusaha menyembuhkan lukaku…

Terimakasih…
Untuk selalu ada disini…dan(ternyata) tak pernah meninggalkan aku...

0 komentar: