Pages

Kamis, 05 April 2012

Tanpamu



“Mestinya kamu dulu ga usah nekat nikah sama laki-laki penyakitan kaya gitu!! Lihat nih akhirnya, umur baru 26 ko udah jadi janda !”

Itu kata-kata ibu saat menjengguk ku tadi pagi, masih menggiang rasanya  ditelingaku ini sayang. . .aku tahu itu bentuk kasih sayangnya kepadaku, aku tahu orangtuaku pun hanya ingin yg terbaik untukku dan risya anak kita. . .

Tapi kenyataan pahit ini harus kuhadapi berulang-ulang seorang diri. Ingin rasanya aku teriak, ingin rasanya aku menangis dipundakmu seperti dulu. . tapi. . . aaah sudahlah, cukup rasanya dengan melihat wajah cantik risya, anak kita, hilang semua luka dihatiku ini. .



aku yang memilih untuk menerima pinanganmu, seorang lelaki sederhana, yatim piatu, dan hanya bekerja sebagai karyawan biasa. Aku tak pernah menyesal telah menikah denganmu, aku tak pernah menyesal bisa menjadi ibu dari anakmu. Bukan salahmu, kalau kamu akhirnya pergi meninggalkanku karena sakitmu. Aku bahagia dengan semua itu, dan tak sedikitpun aku menyesal. Kamu dengar semua itu kan sayang ?? sudah 3tahun semenjak kepergianmu, dan aku masih belum bisa sedikit saja melupakanmu. Rasanya, memang aku tak kan pernah bisa melupakanmu. . .


bahkan laki-laki yang ibu pilihkan untukku ku tolak, aku hanya ingin merawat buah hati kita sampai dia dewasa nanti. Aku ingin buktikan kepadamu bahwa aku akan memegang janji pernikahan kita sampai maut menjemputku kelak.



Tadi malam, sebelum tidur, risya bertanya, dimana ayahnya ? mengapa ayahnya tidak pernah mengantar dan menjemputnya pulang sekolah ? aaah sayangku, aku bingung untuk menjawabnya, untuk sesaat aku hanya bisa terdiam, menahan air mata yang sebentar lagi mungkin akan membanjiri pipiku. Apa anak sekecil risya akan mengerti tentang kematian ?? sedangkan aku saja, sungguh tak mengerti rahasia besar Tuhan dibalik setiap kematian. .

Yang aku tahu, Tuhan akan mengambil manusia baik dengan cepat. . .seperti Tuhan mengambilmu. .kemudian aku menjawab “Ayah risya sekarang sudah bertemu Tuhan, ayah, jaga risya dan bunda bersama Tuhan, ayah tunggu kita disana sayang, makanya risya ga boleh nakal, biar nanti, risya dan bunda bisa ketemu ayah lagi di rumah Tuhan”. .hanya itu yang bisa kujawab, kemudian kupeluk dan kuciumi tubuhnya yang munggil, kuantarkan dia kedalam mimpi-mimpinya setiap malam, semoga saja, dalam mimpinya kamu bisa datang dan mengatakan sendiri, betapa kamu sangat menyayangi, merindukan dan mencintainya.  .

Dan aku disini akan menjaganya,aku  harus tetap kuat, aku akan bertahan, apapunyang akan terjadi. . . .





Kamu tahu sayangku. . . .Inilah hari-hari yang harus kulalui tanpamu. . .

Dan kamu tahu. . .aku sangat merindukanmu. . 



NB : didedikasikan untuk para istri yang telah menjadi orang tua tunggal, yang menjadi tulang punggung keluarga setelah kehilangan suami tercinta dalam bentuk apapun. . .untuk para wanita “perkasa” diluar sana yang telah berhasil membesarkan putra-putrinya tercinta walaupun tanpa seorang laki-laki disampingnya. . .ketahuilah, bahwa ANDA adalah malaikat yang tuhan kirimkan untuk kami, malaikat yang kami panggil IBU.


0 komentar: