Pages

Kamis, 29 Maret 2012

Berdusta



 Mata gw selalu “basah”, selalu dan selalu begitu. . .

Sakit rasanya hati gw, sedih, dan selalu berakhir dengan drama “mata basah”, setiap kali “TAMPARAN” itu datang.

Ya, tamparan yang bernama kenyataan. Kenyataan yang buat gw sadar, betapa Allah sayang sama gw, betapa Allah ( Alhmdllh ) mencukupi gw.

Kalo menurut kalian semua ini lebay, biar lah. . .


Gw ini, “hamba” yang sering banget ngerasa ga cukup, sering banget ngelupain rasa syukur atas apa yang gw punya, padahal, banyak diluar sana, yang berharap, berusaha, berdoa siang malam, buat dapetin apa yang gw punya sekarang. Tapi, ,jujur gw masih aja sering mengeluh. . .Astgfrrlhlzm. . .



Pernah ga sih, sebentaaaar aja, lo renungin apa yang gw rasain, perasaan kaya  ini. . .???


  • Kita, yang masih di dampingi kedua orang tua, kadang masih suka ngelawan, ngebentak, bahkan sering menyakiti hati mereka tanpa kita sadari, sedangkan  diluar sana, ada anak, yang sangat merindukan kedua orang tuanya, bahkan rela menukarkan apapun, nyawanya sekalipun hanya untuk bertemu, mungkin sekali lagi, atau yang pertama dan terakhir kaliny dengan kedua orang tuanya. . .


  • Kita, yang masih diberikan kesehatan, kelengkapan anggota badan, masih aja suka bermalas-malasan, menunda-nunda, bahkan ada yang melupakan kewajibannya sebagai “hamba”,  sedangkan , banyak “hamba” lainnya, yang sangat ingin mengerjakan kewajibannya dengan sempurna, tapi terhambat karena sakitnya/kekurangannya mreka harus shalat sambil duduk, dan ada juga yang sambil berbaring. Lalu, untuk apa kita menunda-nunda kewajiban kita ??


  • Kita, yang bisa sekolah,punya pekerjaan,rumah tempat tinggal, pakaian yang layak, makanan yang enak, sering dan selalu aja ngerasa kurang, sedangkan, banyak saudara-saudara kita yang jangankan buat baju baru, baju yang mereka pake aja udah lusuh penuh tambalan disana sini, jangankan buat makan enak direstoran, buat makan daging aja mereka Cuma bisa makan setahun sekali waktu idul adha. Jangankan punya rumah yang layak, rumah mereka ya dikolong-kolong jembatan, di bawah jalan layang&emperan toko.


Satu kalimat yang bisa buat gw sadar, yang selalu “nampar” gw ketika gw udah mulai “berdusta”


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"  (QS Ar Rahman)


NB : Nulisnya ttp sambil nahan nangis , T.T  cenggeng

0 komentar: